Search

Prabowo Sentil Gubernur Bali Soal Sampah di Pantai: Koster Salahkan Musim dan Sampah Kiriman

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat persoalan sampah dan berpotensi menurunkan daya tarik pariwisata.Sorotan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Prabowo Sentil Gubernur Bali Soal Sampah di Pantai: Koster Salahkan Musim dan Sampah Kiriman

arinanews.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat persoalan sampah dan berpotensi menurunkan daya tarik pariwisata.Sorotan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.


Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah di Bali untuk melibatkan siswa sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam kegiatan pembersihan sampah, khususnya di kawasan pantai. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan "Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali.


Tanggapan Gubernur Bali I Wayan Koster 

Gubernur Bali, I Wayan Koster, akan membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk menjaga pantai di Bali agar tetap bersih. Koster menyatakan akan segera mengumpulkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga unsur TNI dan Polri. "Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai," kata Koster di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).


Koster mengapresiasi perhatian khusus Prabowo terhadap masalah kebersihan di Pulau Dewata. Ia menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk, khususnya di Pantai Kuta, merupakan fenomena tahunan atau sampah kiriman. "Mengenai sampah yang di Pantai Kuta itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan," kata Koster. Fenomena ini biasanya terjadi pada akhir Desember, Januari, hingga awal Februari. Curah hujan tinggi membuat arus laut membawa sampah, dari luar daerah masuk ke pesisir Bali dengan volume besar dan cepat.


Ia mengakui, kendala utama selama ini adalah jeda waktu mobilisasi petugas kebersihan saat sampah tiba. "Hanya saja, dalam mengatasi ini, kita butuh waktu kira-kira 2 jam atau 3 jam untuk mobilisasi sehingga sampai dia bersih," ujar Koster. Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini, semua kepala daerah hadir. Termasuk dari Bali. Hadir Gubernur-Wakil Gubernur beserta Bupati/Walikota serta para wakilnya.

Selain itu, Koster menyampaikan anak-anak sekolah akan digerakkan untuk membantu pembersihan pantai-pantai di Bali. Dia juga akan menyiapkan alat berat untuk membantu pembersihan sampah di pantai."Anak-anak sekolah. Tapi ini anak-anak sekolah tentu saja juga harus disiapkan dengan alat untuk pengangkutnya, alat untuk pembersihnya," ujar Politisi PDIP itu.

"Tadi saya sudah bicara dengan Bupati Badung dan juga Walikota Denpasar agar kita akan bersama-sama membentuk satuan tugas dan sekaligus ada standby alat berat di sana," sambung Koster.


Respon Cepat Gubenur Bali I Wayan Koster 

Sebagai respons cepat, Gubernur Wayan Koster menggelar rapat koordinasi strategis bersama para bupati dan wali kota se-Bali, unsur TNI-Polri, kejaksaan, serta Forkopimda Provinsi Bali. Rapat ini berlangsung di Sentul, Jawa Barat, bertepatan dengan rangkaian Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa persoalan sampah pantai tidak boleh ditangani secara biasa. Dibutuhkan sistem kerja khusus yang cepat, terukur, dan melibatkan lintas sektor. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah Pantai Kuta. Satgas ini dirancang untuk bekerja responsif, terutama menghadapi sampah kiriman dari laut yang datang secara tiba-tiba. Targetnya jelas: ketika sampah muncul, penanganan dilakukan secepat mungkin, bahkan ditargetkan dalam waktu singkat pantai sudah kembali bersih dan layak dikunjungi.

Langkah ini menegaskan bahwa Bali tidak menunggu masalah membesar. Pantai Kuta sebagai ikon pariwisata dunia harus dijaga bersama karena kebersihan pantai berbanding lurus dengan citra Bali di mata wisatawan internasional. Tidak berhenti pada pembentukan satgas, Gubernur Koster juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang melalui gerakan gotong royong rutin. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat, pelajar, serta komunitas lokal agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak dini dan menjadi budaya bersama.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat ini diharapkan mampu menjadi model penanganan sampah pantai secara nasional. Bali kembali menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang dijalankan bersama demi masa depan pariwisata berkelanjutan.

Become a member

Get the latest news right in your inbox. We never spam!

© 2026 arinanews.com. All Rights Reserved.
Comments
Leave a Comment

Login OR Register to write comments