Search

Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Profilnya

Setelah melalui fit and proper test yang dilakukan secara terbuka, Thomas unggul atas dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro. “Komisi XI DPR mengadakan rapat internal yang diawali dengan rapat pimpinan Komisi XI bersama delapan pimpinan kelompok fraksi (poksi) yang hadir lengkap. Dalam rapat internal tersebut, telah dicapai kesepakatan bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” tegas Misbakhun di Gedung DPR, Senin (26/1/2026).


Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia 


Jakarta, Arinanews - Thomas Djiwandono (sering disapa Tommy) adalah seorang ekonom dan politisi Indonesia yang saat ini terpilih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk periode 2026–2031. 

Berikut adalah profil dan fakta terbaru mengenai beliau per Januari 2026:

Jabatan Saat Ini: Sebelum terpilih menjadi Deputi Gubernur BI pada 26 Januari 2026, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak Juli 2024. Ia juga merupakan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ex-officio dari Kemenkeu.

Hubungan Keluarga: Ia adalah keponakan dari Presiden Prabowo Subianto (anak dari kakak kandung Prabowo, Biantiningsih Miderawati) dan putra dari mantan Gubernur BI era Soeharto, Soedradjad Djiwandono.

Latar Belakang Politik: Sebelumnya ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama 17 tahun, namun ia telah resmi mengundurkan diri dan keluar dari keanggotaan partai per 31 Desember 2025 untuk menjaga independensi profesionalismenya di Bank Indonesia.

Pendidikan: Ia merupakan lulusan sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master dalam bidang Hubungan Internasional serta Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University.

Karier Awal: Memulai kariernya sebagai wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan jurnalis di Indonesia Business Weekly (1994), sebelum akhirnya terjun ke sektor keuangan sebagai analis dan eksekutif di berbagai perusahaan, termasuk Arsari Group. 

Thomas Djiwandono Terpilih Menjadi Deputi Bank Indonesia  (BI)

Pada 26 Januari 2026, Komisi XI DPR RI menyetujui pengangkatannya sebagai Deputi Gubernur BI setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). 

Setelah melalui fit and proper test yang dilakukan secara terbuka, Thomas unggul atas dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin M. Juhro. Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat dan kemudian ditetapkan dalam rapat internal Komisi XI.

Lebih lanjut, Misbakhun menyebutkan proses pengambilan keputusan berlangsung lebih dari setengah jam. Adapun pertimbangan utama penetapan Thomas Djiwandono adalah karena yang bersangkutan dinilai sebagai figur yang dapat diterima oleh seluruh fraksi atau partai politik di DPR.

“Bapak Thomas juga menjelaskan dengan sangat baik pentingnya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal guna memperkuat pertumbuhan ekonomi,” ujar Misbakhun.

Selain itu, dalam paparannya, Thomas menekankan perlunya membangun kelincahan dalam proses pengambilan keputusan. Menurut Misbakhun, isu tersebut memang menjadi perhatian utama saat ini, yakni bagaimana menciptakan sinergi yang saling menguatkan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Thomas A. M. Djiwandono diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024 melalui Keputusan Presiden No. 45/M Tahun 2024. Setelah itu, ia dilantik kembali sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 21 Oktober 2024.



Riwayat Pekerjaan dan Karier Thomas Djiwandono 

Sebelum menjabat di Bank Indonesia, Thomas memiliki rekam jejak panjang di sektor jurnalisme, keuangan, dan pemerintahan:

Jurnalisme: 

Memulai karier sebagai wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan Indonesia Business Weekly (1994).

Sektor Keuangan & Korporasi: 

Pernah bekerja sebagai analis di Natwest Market Jakarta (1996–1999) dan menduduki posisi CEO di grup perusahaan agrobisnis, Arsari Group (2010–2024).

Pemerintahan: 

Menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak Juli 2024, di mana ia bertugas mengawal transisi anggaran dan kebijakan fiskal nasional.

Politik: 

Menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama 17 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri dan keluar dari partai per 31 Desember 2025 demi menjaga independensi di Bank Indonesia.

Prestasi dan Kontribusi Utama Thomas Djiwandono 

Transparansi Keuangan: Saat menjabat sebagai Bendahara Umum Gerindra, ia berhasil membawa partai tersebut meraih predikat partai politik dengan laporan keuangan paling transparan dan akuntabel.

Sinkronisasi Fiskal-Moneter: Sebagai Wamenkeu, Thomas dianggap sukses menjadi "jembatan" dalam menyelaraskan program strategis pemerintahan baru dengan stabilitas anggaran negara.

Penguatan Hubungan Internasional: Di Kementerian Keuangan, ia dipercaya mengelola agenda internasional dan meningkatkan kepercayaan investor melalui keterbukaan informasi publik.


Dengan terpilihnya Thomas Djiwandono, pasar bereaksi positif yang terlihat dari pergerakan stabil nilai tukar rupiah saat proses seleksi berlangsung. Ia diharapkan dapat membawa sinergi yang lebih erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.

Become a member

Get the latest news right in your inbox. We never spam!

© 2026 arinanews.com. All Rights Reserved.
Comments
Leave a Comment

Login OR Register to write comments